Jakarta – Dalam perhelatan Indo Defence 2016, Pindad antara lain memamerkan medium tank yang dibuat dengan menggandeng perusahaan asal Turki FNSS.
Medium tank bermesin diesel ini memiliki dimensi panjang 7 meter, lebar 3,2 meter, dan tinggi 2,7 meter. Tank ini mampu mengangkut 3 personil terdiri dari juru kemudi, juru tembak, hingga pemberi komando.
Tank berukuran sedang ini memiliki kecepatan 70km/jam dengan daya jelajah hingga 600 km.“Kecepatan 70 km per jam di jalan raya, kalau daya jelajah bisa sampai 600 km,” ujar Kepala Program Pengembangan Medium Tank Pindad Windhu Paramarta di JIExpo Kemayoran, Jakarta, (2/11/2016).
Tank berukuran sedang ini mampu melesatkan amunisi secara langsung hingga 6 kilometer, sedangkan untuk tembakan tidak langsung bisa mencapai 16 km.
“Jarak efektif tembak langsung 2,5 hingga 6 km. Indirect fire bisa gunakan amunisi roket folarik yang paling baru sehingga jangkauannya 16 km pakai peluru kendali,” ujar Windhu.
Jika sudah diproduksi massal, medium tank buatan Pindad dan FNSS akan
dijual seharga Rp 50 miliar sampai Rp 60 miliar. Harga ini lebih murah
dibandingkan tank Leopard yang dibeli bekas dari luar negeri.“Penjualan sekitar Rp 50-60 miliar, tapi masih tahap pengembangan, lihat spesifikasi nantinya. Target kami tidak akan lebih mahal dari Leopard yang sekarang dibeli, karena Leopard kan second (bekas),” ujar Windhu.
FNSS Savunma Sistemleri dari Turki dan perusahaan PT Pindad Indonesia telah meluncurkan Modern Medium Weight Tank (MMWT) di Indo Defence 2016. MMWT ini sedang dikembangkan untuk Angkatan Darat Indonesia dan dua prototipe sedang dibangun, satu di Turki dan satu di Indonesia -akan selesai pada tahun 2017.
Tank ini dilengkapi dengan CMI Defence two-person turret dengan kanon 105mm rifled dengan mode pengisian amunisi otomatis. serta dilengkapi senjata mesin 7.62mm yang dipasang co-aksial dengan persenjataan utama. Kanon 105mm bisa menembakkan berbagai amunisi.
Untuk bisa menembak target diam dan bergerak dengan tingkat probabilitas yang tinggi pada tembakan pertama, tank ini diinstal sistem pengendalian tembakan yang komputerize; komandan dan petembak dilengkapi alat pemantau target di siang dan malam hari yang digabungkan dengan pengintai laser. Komandan disediakan sistem pengamatan panoramik (luas) untuk memungkinkan memburu dan menghancurkan (hunter/ killer) target yang terdeteksi.
Lapis baja ini digerakkan oleh mesin diesel performa tinggi, digabungkan dengan transmisi otomatis yang dikontrol secara elektronik dan sistem pendingin untuk memungkinkan tank medium ini beroperasi di suhu lingkungan yang tinggi.
Sumber : Finance.Detik.com and jakartagreater.com




No comments:
Post a Comment